apa komentar anda tentang blog ini

share please....

Minggu, 25 November 2012

PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS




PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS
MAKALAH

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Manajemen Kelas
Dosen Pengampu :  Bpk Isa Ansori


Disusun oleh :

                                    Siti Maisaroh                                 1401411372
                                    Airendra Nurika H                       1401411392                               
                                    Nina Rahmawati                           1401411398                               
                                    Maulana Dias P                             1401411437
                                    Febriyanti Gita P                           1401411546                               
KELOMPOK: 1
Rombel : 06




PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR  S1
FAKUKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2012

PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang Masalah
Disiplin bagi peserta didik adalah hal yang rumit untuk di pelajari sebab di siplin merupakan hal yang kompleks dan banyak kaitannya yaitu berkait antara pengetahuan, sikap dan perilaku. Kebenaran, kejujuran tanggung jawab, kebebasan, rasa kasih sayang, tolong menolong, dan sebagainya adalah beberapa aturan di siplin kemasyarakatan yagn harus di pelajari / di ketahui, disikapi, dan di tegakkan oleh para siswa.
Peserta didik belajar beberapa hal dengan cara mendengarkan misalnya, tetapi mereka lebih suka mengingat dan bertindak dengan kata – kata dan gagasan mereka sendiri. Dari sini peserta didik akan belajar lebih cepat apabila mereka terlibat dalam menyusun tata tertip mereka itu. Walaupun demikian, guru harus mengarahkan dan menetukan tindakan – tindakan apa yang akan di ambil bila tata tertip di langgar, sehingga di siplin tetap dapat di tegakkan.
Terpeliharanya di siplin tidak lepas dari terpenuhinya kepentingan atau kebutuhan para pihak. Peserta didik memiliki banyak kepentingan, guru memiliki banyak kepentingan, demikian pula sekolah. Permasalahannya adalah bagaimana kepentingan – kepentingan dari masing – masing pihak dapat terpenuhi dan dapat di selaraskan agar tidak jadi bentrokan.
Tidak terpenuhi kepentingan / kebutuhan oleh para pihak akan timbul gangguan yang mengganggu tatanan hidup dalam berinteraksi atau dalam berproses misalnya, dalam proses pembelajaran. Di samping itu, para guru / sekolah perlu mencermati kepentingan / kebutuhan dalam memahami sumber – sumber pelanggaran disiplin. Dengan di ketahuinya sumber gangguna disiplion maka akan diketahui pula secara teroritis cara penanggulangan.
Disiplin yang baik adalah terjelmanya aktivitas yang mampu mengatur diri kepada terciptanya pribadi dan potensi social berdasar pengalaman – pengalamannya sendiri. Pemeliharaan disiplin dewasa ini pada dasarnya adalah bagai mana membantu anak mengembangkan disiplin dan menerima pusat pengendalian disiplin.
Dalam hal ini perlu diingat bahwa (1) di siplin di pertimbangkan sebagai kecendrungan dari para peserta didik menyetujui harapan para guru, (2) disiplin merupakan alat bantu menumbuhkan gagasan mukhtahir dan seleksi praktik – praktik baru, dan (3) pelayanan yang lanyak cenderung menumbuhkan kualitas disiplin.

B.   Rumusan Masalah
1.        Apa pengertian disiplin kelas?
2.        Apa hubungan disiplin dengan hak,kebutuhan siswa dan tampilan guru?
3.        Apa saja sumber pelanggaran disiplin?
4.        Bagaimana sekolah menjalin hubungan dengan masyarakat?
5.        Bagaimana implementasi Peraturan dan Tata Tertib Kelas?

C.  Tujuan
1.   Menjelaskan pengertian disiplin kelas
2.   Menjelaskan hubungan antara disiplin dengan hak,kebutuhan siswa juga tampilan guru
3.   Mengetahui faktor-faktor terciptanya pelanggaran disiplin
4.   Mengetahui hubungan sekolah dengan masyarakat
5.   Mengetahui implementasi peraturan dan tata tertib dalam kelas





















PEMBAHASAN


A.  Pengertian Disiplin Kelas
Disiplin adalah pernyataan sikap mental dari individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikantugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan. Sikap disiplin yang dilakukan seseorang sebenarnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi tuntutan nilai tertentu. Nilai-nilai tersebut dapat diklasifikasikan menjadi:
a. Nilai-nilai keagamaan atau nilai-nilai kepercayaan 
b. Nilai-nilai tradisional
c. Nilai-nilai kekuasaan
d. Nilai-nilai subjektif 
e. Nilai-nilai rasional
Jadi,disiplin kelas dapat diartikan dimana tercipta keadaan tertib dalam suatu kelas yang didalamnya tergabung atas guru dan siswa yang taat pada tata tertib yang telah ditetapkan (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, 1996;10)

B.   Hak, Kebutuhan Siswa dan Tampilan Guru Hubungannya dengan Disiplin
Beberapa hak siswa yang penting dan yang perlu dijamin adalah (1) hak menyelesaikan pendidikan dengan sebaik-baiknya, (2) hak persamaan kedudukan ataukebebasan dari diskriminasi dalam kelompok, (3) hak berekspresi secara pribadi, (4) hak keleluasaan pribadi, dan (5) hak menyelesaikan (studi) secara cepat (Mc Neil danWiler,1990). Kebutuhan para siswa adalah faktor yang relevan dalam menentukan banyak sistem disiplin kelas atau sekolah.

C.  Sumber Pelanggaran Disiplin
Terdapat beberapa faktor atau sumber yang dapat menyebabkan timbulnya masalah-masalah yang dapat mengganggu terpeliharanya disiplin. Menurut Ekosiswoyo dan Rachman (2000:100-105), contoh-contoh sumber pelanggaran disiplin antara lain:
a.    Dari sekolah, contohnya:
1)  Tipe kepemimpinan guru atau sekolah yang otoriter yang senantiasa mendiktekan kehendaknya tanpa memperhatikan kedaulatan siswa. Perbuatan seperti itu mengakibatkan siswa menjadi berpura-pura patuh, apatis atau sebaliknya. Hal itu akan menjadikan siswa agresif, yaitu ingin berontak terhadap kekangan dan perlakuan yang tidak manusiawi yang mereka terima.
2)  Guru yang membiarkan siswa berbuat salah, lebih mementingkan mata pelajaran daripada siswanya.
3)  Lingkungan sekolah seperti: hari-hari pertama dan hari-hari akhir sekolah (akan libur atau sesudah libur), pergantian pelajaran, pergantian guru, jadwal yang kaku atau jadwal aktivitas sekolah yang kurang cermat, suasana yang gaduh,
4)   Sekolah/guru kurang melibatkan dan mengikut sertakan peserta didik dalam keikutsertaannya dalam bertanggung jawab terhadap kemajuan sekolah sesuai dengan kemampuannya.
5)   Sekolah/guru kurang memperhatikan latar belakang kehidupan peserta didik dalamkeluarga ke dalam subsistem kehidupan sekolah.
6)   Sekolah kurang mengadakan kerja sama dengan orang tua dan antara keduanya juga saling melepaskan tanggung jawab.

b.    Dari keluarga, contohnya:
1)  Lingkungan rumah atau keluarga, seperti kurang perhatian,ketidak teraturan, pertengkaran, masa bodoh, tekanan, dan sibuk urusannya masing-masing.
2)  Lingkungan atau situasi tempat tinggal, seperti lingkungan kriminal, lingkungan bising, dan lingkungan minuman keras.

D.  Membina Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
a.    Hubungan sekolah dengan orang tua siswa
Hubungan sekolah dengan orang tua dapat dijalin melalui sarana wadah perkumpulan orang tua siswa, guru atau tenaga kependidikan lainnya dinamakan Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan. Dengan adanya hubungan antara sekolah dengan orang tuatersebut maka manfaat yang diharapkan diperoleh adalah:
1.    Orang tua siswa mengetahui tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sekolah,
2.    Sekolah mengetahui semua kegiatan orang tua dan para siswa dirumah,
3.    Orang tua siswa mau memberi perhatian yang sangat besar dalam menunjang kegiatan-kegiatan sekolah
.


b.   Hubungan sekolah dengan Instansi terkait
Hubungan yang dijalin dan upaya yang perlu dilaksanakan oleh sekolah, antara lainsebagai berikut:
1.    ikut serta dalam kegiatan yang diadakan pemerintah, sepanjang tidak mengganggu proses belajar mengajar
2.    pada saat yang diperlukan, Kepala Sekolah atau guru yang ditunjuk mengadakankunjungan ke Instansi Pemerintah sebagai salah satu cara pendekatan dari pihak sekolah,
3.    Sekali-kali dapat mengundang Pejabat Pemerintah di luar Depdikbud sebagai pembinadalam upacara bendera.

c.    Hubungan sekolah dengan dunia usaha dan tokoh masyarakat
Program ini dapat dilaksanakan dalam bentuk:
1.    Mengunjungi industri dan perusahaan untuk menambah wawasan pengetahuan parasiswa,
2.    Mengundang tokoh-tokoh yang berhasil dalam bidangnya untuk memberikan ceramah di sekolah.
                         
d.   Hubungan sekolah dengan Lembaga Pendidikan Lain
1.    mengadakan kunjungan antar sekolah untuk saling bertukar pengalaman,
2.    menjalin kerja sama dalam upaya saling mengembangkan pendidikan di sekolahnya masing-masing,
3.    memberikan informasi tentang perkiraan jumlah lulusan sekolah kepada lembaga pendidikan setingkat diatasnya,
4.    mengundang pimpinan lembaga pendidikan yang lebih tinggi tingkatnya untuk memberikan ceramah tentang perkembangan pendidikan sesuai dengan jenjangnya.

E.   Peraturan dan Tata Tertib Kelas
Sekolah adalah tempat utama untuk melatihkan dan memahami pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Dengan peraturan dan tata tertib kelas yang diterapkan setiap hari dan dengan kontrol yang terus menerus maka siswa akan terbiasa berdisiplin. Tata tertib menunjuk pada patokan atau standar untuk aktivitas khusus. Misal: penggunaan pakaian seragam; mengikuti upacara bendera; peminjaman buku perpustakaan.
Peraturan dan tata tertib kelas untuk sekolah dasar seperti yang tercantum dalam Petunjuk Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen,1996:79-81) antara lain memuat hal hal sebagai berikut ini.

  1. Masuk sekolah
a.       Siswa harus datang selambat-lambatnya 10 menit sebelum pelajaran dimulai.
b.      Siswa menaruh tas dan alat tulis di laci meja masing-masing kemudian keluar kelas.
c.       Siswa yang mendapat tugas jaga atau piket harus hadir lebih awal.
d.      Siswa yang sering terlambat harus diberi teguran.
e.       Siswa yang tidak masuk karena alasan tertentu harus memberi tahu sebelum maupun sesudahnya secara lisan atau secara tertulis.
f.       Guru tidak boleh terlambat atau absen tanpa izin.
  1. Masuk Kelas
a.     Siswa segera berbaris di depan kelas ketika bel berbunyi.
b.    Ketua kelas menyiapkan barisan.
c.     Siswa masuk kelas satu per satu dengan tertib da duduk di tempatnya masing-masing.
d.    Guru memeriksa kerapian,kebersihan,dan kesehatan siswa satu per satu,meliputi kebersihan kuku,kerapian rambut,kerapian dan kebersihan baju,dll.

  1. Di Dalam Kelas
a)    Doa bersama dipimpin oleh salah seorang siswa.
b)   Siswa memberi salam kepada guru dan pelajaran dimulai.
c)    Guru mencatat siswa yang tidak masuk di papan absen serta alasan atau keterangan.
d)   Pada saat pelajaran berlangsung siswa harus tetap tertib,tidak boleh ribut,bercanda, atau melakukan kegiatan lain yang tidak ada hubunganya dengan pelajaran.
e)    Siswa tidak boleh meninggalkan kelas tanpa izin atau alasan tertentu.
f)    Guru tidak diperkenankan meninggalkan kelas ketika pelajaran berlangsung walaupun ada siswa yang mengerjakan tugas di luar kelas.
  1. Waktu Istirahat
1)   Pada saat bel istirahat berbunyi siswa keluar kelas dengan tertib.
2)   Guru keluar kelas setelah semua siswa sudah keluar kelas.
3)   Siswa tidak boleh berada di kelas ketika istirahat.
4)   Selama istieahat,siswa tidak diperkenankan meninggalkan sekolah tanpa izin.
5)   Pada saat bel masuk lagi berbunyi siswa masuk kelas dengan tertib dan duduk dengan tenang di tempatnya masing-masing.
6)   Sebaiknya guru sudah berada di dalam kelas dahulu menjelang bel masuk berbunyi.
  1. Waktu Pulang
(a)      Ketika bel pulang berbunyi,pelajaran berakhir dan di tutup dengan doa dan salam kepada guru.
(b)      Guru memberikan nasihat,mengingatkan tugas,PR,dan sebagainya.
(c)      Siswa keluar kelas dengan tertib.























BAB III
PENUTUP
Simpulan
            Disiplin kelas sangatlah penting dalam kegiatan belajar mengajar dalam lingkungan kelas maupun sekolah,agar tercipta suasana yang kondusif dan tertib aturan antara guru dan peserta didik yang selanjutnya membantu memaksimalkan tujuan pembelajaran yang telah ditargetkan. Selain itu sekolah maupun masyarakat juga harus saling berhubungan baik karena keduanya saling berkaitan dalam berlangsungnya pendidikan di lingkungan tersebut.
Saran
            Seorang guru harus mampu mengatur kedisiplinan kelas antara peserta didik maupun guru itu sendiri,selain itu guru maupun peserta didik harus menjunjung tata tertib yang sudah ada guna menciptakan keteraturan dan ketertiban bersama.






















DAFTAR PUSTAKA


Ekosiswoyo,Rasdi dan Maman Rachman. 2000. Manajemen Kelas sesuai dengan kurikulum DII PGSD. Semarang: IKIP SEMARANG PRESS
Suharsimi Arikunto. 1993. Manajemen Kelas:122-123
http://www.scribd.com/doc/42445467/9/Sumber-Pelanggaran-Disiplin (diakses tanggal 8 November 2012 pukul 16.00 WIB)
http://www.scribd.com/doc/76253536/Bab-5-Managemen-Kelas (diakses tanggal 8 November 2012 pukul 16.00 WIB)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar